Foto Bersama Peserta

FEB-UNKHAIR RINTIS SEKOLAH BUMDes 2019

Minimnya pengetahuan dan pemahaman akan Undang Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa, menyebabkan banyak pertentangan yang dialami pemerintah desa dan BUMDes di lapangan sehingga BUMDes tidak dapat berjalan sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU Desa. Masyarakat desa masih beranggapan bahwa BUMDes tidak jauh berbeda dengan badan usaha lain yang kehadirannya dapat mengancam usaha masyarakat yang sudah ada. Hal ini menyebabkan masyarakat sulit menerima kehadiran BUMDes dan enggan untuk berpartisipasi mengembangkan BUMDes.

Selain itu minimnya dukungan dari Pemerintah Desa juga turut menghambat pengembangan BUMDes di berbagai desa. Adanya ketakutan penyalahgunaan Dana Desa menyebabkan Pemerintah Desa enggan memberikan modal kepada BUMDes untuk beroperasi. Terlebih lagi paradigma pembangunan hingga kini masih melekat pada pembangunan fisik yang kasat mata.

Kedua poin di atas baru sebagian kecil dari berbagai permasalahan yang seringkali dihadapi oleh BUMDes di lapangan, untuk itu Sekolah BUMDes Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Desa (LP2D) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun gelar Training of Trainer (TOT) Pendamping BUMDes tanggal 26-27 Juli 2019. Kegiatan TOT yang di buka Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Khairun Dr. Abdullah W Jabid, SE., MM, bertempat di gedung FEB-Unkhair. Pelatihan ini dimaksudkan sebagai bagian dari langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pengelola BUMDes dalam Peningkatan Kapasitas Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelatihan ini pada hakekatnya merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa berupa peningkatan pendapatan, pengurangan pengangguran, pengentasan kemiskinan dan berkurangnya kesenjangan antar desa.

Dalam TOT ini para peserta dibekali pengetahuan dan ketrampilan berbagai hal yang terkait dengan pemetaan potensi desa, pemilihan jenis usaha, penyusunan studi kelayakan usaha, penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dan penyusunan Rancangan Peraturan Desa (RAPERDES) BUMDes serta aplikasi laporan keuangan BUMDes.

praktek Keuangan DesaAdapun kegiatan TOT Pendamping BUMDes yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Desa (LP2D) FEB-UNKHAIR ini di ikuti oleh 11 peserta yaitu : 1) Lasamaudi Launapa, Kepala Desa Marasipno Kabupaten Halmahera Timur. 2) Arwadi Haya, Desa Kukupang Kabupaten Halmahera Selatan. 3) Husni Jubaer, SE, Desa Jiko Kabupaten Halmahera Selatan. 4) Mursid Muhammad, Direktur BUMDes Kukupang Kabupaten Halmahera Selatan. 5) Julafni Juwita Ekoran, Pemerhati Desa Kota Ternate, 6) Hajir Muhamadiah, Desa Kurunga Kabupaten Halmahera Selatan. 7) Aidin Asdar, Desa Marasipno Kabupaten Halmahera Timur. 8) Hilman Duko, SE., M.Si, BPMD Kabupaten Halmahera Timur. 9) Bahrun Talib, SE., M.Si, Pemerhati Desa. 10) Musdar Muhammad, SE., MM, LP2D FEB-UNKHAIR. 11) Arkan Lastori, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNKHAIR

Secara umum pelatihan ini ditujukan untuk membuka wawasan peserta mengenai BUMDes sehingga ke depannya dapat mendorong pendirian BUMDes dan mendukung pengembangannya. Sekolah BUMDes LP2D FEB-UNKHAIR akan mengelar TOT berikutnya Angkatan 02 dengan persyaratan peserta minimal 5 orang.